Pengobatan Alternatif Kanker Payudara di Denpasar

Pengobatan Alternatif Kanker Payudara di Denpasar| Obat Alternatif Kanker Payudara di Denpasar

Pengobatan Alternatif Kanker Payudara di Denpasar

Pengobatan Alternatif Kanker Payudara di Denpasar. “Saya yakin, apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya dan buah noni adalah salah satunya “

Menemukan benjolan sebesar bakso (kecil) di payudara tentu hal yang menakutkan bagi seorang wanita. Itulah yang dialami oleh Rani. Saat itu, tahun 2007, ia bahkan baru berusia 24 tahun. Hasil USG menunjukkan benjolan itu Cuma tumor jinak. Meskipun tak berbahaya, tumor itu harus diangkat. Setelah operasi dilakukan, tumor itu diperiksa. Menurut pemeriksaan patologi. Tumor itu ternyata ganas. Rani disarankan untuk menjalani radioterapi atau penyinaran untuk menuntaskan sisa – sisa sel kanker dalam tubuhnya. “ saya enggan disinar karena takut efek sampingnya kulit gosong dan hitam. Radiooterapi memang mematikan sel kanker, tapi sel – sel sehat juga ikut mati. Saya lalu mencari second opinion ke lima dokter ! Namun semuanya berpendapat sama, “ tutur Rani. Rani lalu menunda radioterapi hingga setahun, tapi ucapan dokter terus menghantuinya. Akhirnya, pada tahun 2008, ia menjalani tiga puluh kali radioterapi selama 2,5 bulan. Tiga bulan setelah paket radioterapinya selesai, hasil tes darah Ca15-3 cukup baik. Penanda kankernya menunjukkan angka sembilan (rujukannya tidak boleh melebihi 28). Rani pun puas.

Pengobatan Alternatif Kanker Payudara di Denpasar. Namun 3 bulan kemudian, ketika melakukan tes darah Ca15-3 lagi, ia mendapat kabar buruk. “Rani, penanda tumormu naik jadi 14. ada kemungkinan menjolanmu akan muncul lagi,” kata dokter. Rani lalu disuruh menjalani enam kali kemotrapi, tapi lagi – lagi Rani menolak karena ngeri pada efek sampingnya. Tiga bulan setelah itu, Rani jatuh sakit. Ia demam tinggi selama sebulan penuh, kepala sebelah kanannya pusing seperti ditusuk – tusuk. Puncaknya, ia anfal. Lemah terbaring di ranjang, tak bias jalan dan tak ada makanan yang bias masuk ke tubuh. Ia dirawat di rumah sakit selam seminggu penuh. Ternyata penanda kankernya sudah mencapai angka 25. karena tak kunjung ada perubahan, Rani keluar rumah sakit dengan dongkol. Ia juga tak mau minum obat – obatan medis lagi. Ia sudah lelah harus minum obat selama sakit. Saat itulah, seorang teman mengirimnya Tahitian Noni Juice. Awalnya Rani menolak karena sudah merasa putus asa. Tapi lama – lama ia tertarik karena Tahitian Noni Juice berbentuk jus, bukan tablet seperti yang biasa diminumnya. “Tadinya saya hanya berniat menyembuhkan jerawat – jerawat di wajah. Saya minum Tahitian Noni Juice empat kali sehari, setiap minul 60ml.” Alangkah kagetnya Rani ketika tiga bulan setelah rutin mengonsumsi Tahitian Noni Juice, penanda tumornya menurun menjadi 17. pada bulan kesembilan, penanda tumornya bahkan sudah mencapai titik aman, 9.

Pengobatan Alternatif Kanker Payudara di Denpasar. “Sekarang saya segar bugar, walaupun banyak pekerjaan. Tak pernah jatuh sakit lagi. Hingga kini, saya terus meminum Tahitian Noni Juice. Tahitian Noni Juice itu terbuat dari buah noni, ciptaan Tuhan. Saya yakin, apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya.

Lebih jelas tentang Tahitian Noni silahkan

Klik untuk Testimoni Lainnya … 

Klik untuk Keterangan Lebih Lengkap…

Klik untuk Menghubungi Kami …

Klik untuk Cara Pesan Tahitian Noni !

Tahitian Noni bisa didapatkkan langsung di Tahitian Noni Bali

Untuk Konsultasi Kesehatan Bebas Biaya Langsung Hubungi Sekarang !

Tahitian Noni Bali

Ibu Dwi

Hp : 081337241166 or 08983110583

Jam : 08.30 – 23.30

Alamat : Jl. Raya Sesetan Gang Pakuk Sari I/30 – Denpasar – Bali

Perum Pegending Permai Blok VII/1A Dalung Kuta Utara Badung Bali

Email : dwinonibali@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s